td.mbl_fo_hidden{display:none;} td.mbl_join_img{} td.mbl_join{} tr#tr0{display: none}th.mbl_h{display:none;}

22 Agustus 2008


boy antoni putra
stikes fort de cock bukittinggi

pns dinas kesehatan kabupaten agam


PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR



Kegiatan ini merupakan pengkajian fisik yang dilakukan oleh bidan yang bertujuan untuk memastikan normalitas & mendeteksi adanya penyimpangan dari normal.
Pengkajian ini dapat ditemukan indikasi tentang seberapa baik bayi melakukan penyesuaian terhadap kehidupan di luar uterus dan bantuan apa yang diperlukan. Dalam pelaksanaannya harus diperhatikan agar bayi tidak kedinginan, dan dapat ditunda apabila suhu tubuh bayi rendah atau bayi tampak tidak sehat. 

Prinsip pemeriksaan bayi baru lahir
 Jelaskan prosedur pada orang tua dan minta persetujuan tindakan 
 Cuci dan keringkan tangan , pakai sarung tangan 
 Pastikan pencahayaan baik
 Periksa apakah bayi dalam keadaan hangat, buka bagian yangg akan diperiksa (jika bayi telanjang pemeriksaan harus dibawah lampu pemancar) dan segera selimuti kembali dengan cepat
 Periksa bayi secara sistematis dan menyeluruh

PERALATAN DAN PERLENGKAPAN
1. kapas
2. senter
3. termometer
4. stetoskop
5. selimut bayi
6. bengkok
7. timbangan bayi
8. pita ukur/metlin
9. pengukur panjang badan

PROSEDUR
1. Jelaskan pada ibu dan keluarga maksud dan tujuan dilakukan pemeriksaan
2. Lakukan anamnesa riwayat dari ibu meliputi faktor genetik, faktor lingkungan, sosial,faktor ibu (maternal),faktor perinatal, intranatal, dan neonatal
3. Susunalat secara ergonomis 
4. Cuci tangan menggunakan sabun dibawah air mengalir, keringkan dengan handuk bersih
5. Memakai sarung tangan
6. Letakkan bayi pada tempat yang rata












  PENGUKURAN ANTHOPOMETRI
7. Penimbangan berat badan
Letakkan kain atau kertas pelindung dan atur skala penimbangan ke titik nol sebelum penimbangan. Hasil timbangan dikurangi berat alas dan pembungkus bayi

8. Pengukuran panjang badan
Letakkan bayi di tempat yang datar. Ukur panjang badan dari kepala sampai tumit dengan kaki/badan bayi diluruskan. Alat ukur harus terbuat dari bahan yang tidak lentur.








 (Bennet & Brown, 1999)


9. Ukur lingkar kepala
Pengukuran dilakukan dari dahi kemudian melingkari kepala kembali lagi ke dahi.









  (Bennet & Brown, 1999)
   
10. Ukur lingkar dada
ukur lingkar dada dari daerah dada ke punggung kembali ke dada (pengukuran dilakukan melalui kedua puting susu)

  PEMERIKSAAN FISIK
11. Kepala
 Raba sepanjang garis sutura dan fontanel ,apakah ukuran dan tampilannya normal. Sutura yang berjarak lebar mengindikasikan bayi preterm,moulding yang buruk atau hidrosefalus. Pada kelahiran spontan letak kepala, sering terlihat tulang kepala tumpang tindih yang disebut moulding/moulase.Keadaan ini normal kembali setelah beberapa hari sehingga ubun-ubun mudah diraba. Perhatikan ukuran dan ketegangannya. Fontanel anterior harus diraba, fontanel yang besar dapat terjadi akibat prematuritas atau hidrosefalus, sedangkan yang terlalu kecil terjadi pada mikrosefali. Jika fontanel menonjol, hal ini diakibatkan peningkatan tekanan intakranial, sedangkan yang cekung dapat tejadi akibat deidrasi. Terkadang teraba fontanel ketiga antara fontanel anterior dan posterior, hal ini terjadi karena adanya trisomi 21
 Periksa adanya tauma kelahiran misalnya; caput suksedaneum, sefal hematoma, perdarahan subaponeurotik/fraktur tulang tengkorak
 Perhatikan adanya kelainan kongenital seperti ; anensefali, mikrosefali, kraniotabes dan sebagainya









  (Bennet & Brown, 1999)

12. wajah
wajah harus tampak simetris. Terkadang wajah bayi tampak asimetris hal ini dikarenakan posisi bayi di intrauteri.Perhatikan kelainan wajah yang khas seperti sindrom down atau sindrom piere robin. Perhatikan juga kelainan wajah akibat trauma lahir seperti laserasi, paresi N.fasialis.

13. Mata
Goyangkan kepala bayi secara perlahan-lahan supaya mata bayi terbuka.
 Periksa jumlah, posisi atau letak mata
 Perksa adanya strabismus yaitu koordinasi mata yang belum sempurna
 Periksa adanya glaukoma kongenital, mulanya akan tampak sebagai pembesaran kemudian sebagai kekeruhan pada kornea
 Katarak kongenital akan mudah terlihat yaitu pupil berwarna putih. Pupil harus tampak bulat. Terkadang ditemukan bentuk seperti lubang kunci (kolobama) yang dapat mengindikasikan adanya defek retina 
 Periksa adanya trauma seperti palpebra, perdarahan konjungtiva atau retina
 Periksa adanya sekret pada mata, konjungtivitis oleh kuman gonokokus dapat menjadi panoftalmia dan menyebabkan kebutaan
 Apabila ditemukan epichantus melebar kemungkinan bayi mengalami sindrom down

14. Hidung
 Kaji bentuk dan lebar hidung, pada bayi cukup bulan lebarnya harus lebih dari 2,5 cm.
 Bayi harus bernapas dengan hidung, jika melalui mulut harus diperhatikan kemungkinan ada obstruksi jalan napas akarena atresia koana bilateral, fraktur tulang hidung atau ensefalokel yang menonjol ke nasofaring
 Periksa adanya sekret yang mukopurulen yang terkadang berdarah , hal ini kemungkinan adanya sifilis kongenital
 Perksa adanya pernapasa cuping hidung, jika cuping hidung mengembang menunjukkan adanya gangguan pernapasan








  ( Depkes Ri,2003 )
   




15. Mulut
 Perhatikan mulut bayi, bibir harus berbentuk dan simetris. Ketidaksimetrisan bibir menunjukkan adanya palsi wajah. Mulut yang kecil menunjukkan mikrognatia
 Periksa adanya bibir sumbing, adanya gigi atau ranula (kista lunak yang berasal dari dasar mulut)
 Periksa keutuhan langit-langit, terutama pada persambungan antara palatum keras dan lunak
 Perhatika adanya bercak putih pada gusi atau palatum yang biasanya terjadi akibatvEpistein’s pearl atau gigi
 Periksa lidah apakah membesar atau sering bergerak. Bayi dengan edema otak atau tekanan intrakranial meninggi seringkali lidahnya keluar masuk (tanda foote) 









  Bibir sumbing (Bennet & Brown, 1999)


16. Telinga
 Periksa dan pastikan jumlah, bentuk dan posisinya
 Pada bayi cukup bulan, tulang rawan sudah matang
 Dauntelinga harus berbentuk sempurna dengan lengkungan yang jelas dibagia atas
 Perhatikan letak daun telinga. Daun telinga yang letaknya rendah (low set ears) terdapat pada bayi yangmengalami sindrom tertentu (Pierre-robin)
 Perhatikan adanya kulit tambahan atau aurikel hal ini dapat berhubungan dengan abnormalitas ginjal
17. Leher
 Leher bayibiasanya pendek dan harus diperiksa kesimetrisannya. Pergerakannya harus baik. Jika terdapat keterbatasan pergerakan kemungkinan ada kelainan tulang leher
 Periksa adanya trauma leher yang dapat menyebabkan kerusakan pad fleksus brakhialis
 Lakukan perabaan untuk mengidentifikasi adanya pembengkakan.periksa adanya pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis
 Adanya lipata kulit yang berlebihan di bagian belakang leher menunjukkan adanya kemungkinan trisomi 21.







18. Klavikula
Raba seluruh klavikula untuk memastikan keutuhannya terutama pada bayi yang lahir dengan presentasi bokong atau distosia bahu. Periksa kemungkinan adanya fraktur

19. Tangan
 Kedua lengan harus sama panjang, periksa dengan cara meluruskan kedua lengan ke bawah
 Kedua lengan harus bebas bergerak, jika gerakan kurang kemungkinan adanya kerusakan neurologis atau fraktur
 Periksa jumlah jari. Perhatikan adanya polidaktili atau sidaktili 
 Telapak tangan harus dapat terbuka, garis tangan yang hanya satu buah berkaitan dengan abnormaltas kromosom, seperti trisomi 21
 Periksa adanya paronisia pada kuku yang dapat terinfeksi atau tercabut sehingga menimbulkan luka dan perdarahan

20. Dada
 Periksa kesimetrisan gerakan dada saat bernapas. Apabila tidak simetris kemungkinan bayi mengalami pneumotoraks, paresis diafragma atau hernia diafragmatika. Pernapasan yang normal dinding dada dan abdomen bergerak secara bersamaan.Tarikan sternum atau interkostal pada saat bernapas perlu diperhatikan
 Pada bayi cukup bulan, puting susu sudah terbentuk dengan baik dan tampak simetris
 Payudara dapat tampak membesar tetapi ini normal 

21. Abdomen
 Abdomen harus tampak bulat dan bergerak secara bersamaan dengan gerakan dada saat bernapas. Kaji adanya pembengkakan
 Jika perut sangat cekung kemungkinan terdapat hernia diafragmatika
 Abdomen yang membuncit kemungkinan karena hepato-splenomegali atau tumor lainnya
 Jika perut kembung kemungkinan adanya enterokolitis vesikalis, omfalokel atau ductus omfaloentriskus persisten








  (Lodermik, Jensen 2005)

22. Genetalia
 Pada bayi laki-laki panjang penis 3-4 cm dan lebar 1-1,3 cm.Periksa posisi lubang uretra. Prepusium tidak boleh ditarik karena akan menyebabkan fimosis
 Periksa adanya hipospadia dan epispadia
 Skrortum harus dipalpasi untuk memastikan jumlah testis ada dua
 Pada bayi perempuan cukup bulan labia mayora menutupi labia minora
 Lubang uretra terpisah dengan lubang vagina
 Terkadang tampak adanya sekret yang berdarah dari vagina, hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon ibu (withdrawl bedding)









  (Lodermik, Jensen 2005) (Lodermik, Jensen 2005)

23. Anus dan rectum
Periksa adanya kelainan atresia ani , kaji posisinya
Mekonium secara umum keluar pada 24 jam pertama, jika sampai 48 jam belumkeluar kemungkinan adanya mekonium plug syndrom, megakolon atau obstruksi saluran pencernaan

24. Tungkai
 Periksa kesimetrisan tungkai dan kaki. Periksa panjang kedua kaki dengan meluruskan keduanya dan bandingkan
 Kedua tungkai harus dapat bergerak bebas. Kuraknya gerakan berkaitan dengan adanya trauma, misalnya fraktur, kerusakan neurologis.
 Periksa adanya polidaktili atau sidaktili padajari kaki
25. Spinal
Periksa psina dengan cara menelungkupkan bayi, cari adanya tanda-tanda abnormalitas seperti spina bifida, pembengkakan, lesung atau bercak kecil berambut yang dapat menunjukkan adanya abdormalitas medula spinalis atau kolumna vertebra









  (Lodermik, Jensen 2005)

26. Kulit
Perhatikan kondisi kuli bayi.
 Periksa adanya ruam dan bercak atau tanda lahir
 Periksa adanya pembekakan
 Perhatinan adanya vernik kaseosa
 Perhatikan adanya lanugo, jumlah yang banyak terdapat pada bayi kurang bulan


  27. jelaskan pada ibu atau kelurga tentang hasil pemeriksaan
28. Rapikan bayi
29. Bereskan alat
30. Lakukan pendokumentasian tindakan dan hasil pemeriksaan 



Daftar pustaka
1. Matondang, Wahidiyat, Sastroasmoro. 20€03. Diagnosis fisis pada anak. Edisi ke-2. CV Sagung seto. Jakarta
2. Johnson dan Taylor. 2005. Buku ajar praktik kebidanan.cetaka I. EGC.Jakarta
3. Kusmiyati,Yuni. 2007. Penuntun belajar ketrampilan dasar praktik klinik kebidanan.fitramaya.Yogyakarta
4. Hidayat, Aziz Alimul.2005. Pengantar ilmu keperawatan anak 1. Buku 1.Salemba medika.Jakarta
5. JHPIEGO.2003. Panduan pengajar asuhan kebidanan fisiologi bagi dosen diploma III kebidanan , Buku 5 asuhan bayibaru lahir,Pusdiknakes.Jakarta
6. Bennett dan Brown, 1999, Myles Texbook for midwives, thirteennth edition. Churchill Livingstone, Edinburgh
7. DEPKES RI.2003.Manajemen terpadu bayi muda . modul -6.DEPKES RI


16 Agustus 2008

relaksasi kesehatan


boy antoni putra
stikes fort de cock bukittinggi
pns dinas kesehatan kabupaten agam

HEALTH

Catatan: sediakan waktu anda sampai dengan kurang lebih 30 menit.
Siapkan diri anda di suatu tempat yang nyaman dan bebas dari gangguan


Tutup mata anda dengan nyaman…..
Sambil anda menutup mata…
Saya minta anda memikirkan sesuatu yang membuat anda merasa senang atau bahagia…
Mungkin .. damai… tenang….
Dan saya minta atau anda perintahkan…
Seluruh otot-otot di tubuh anda….
Menjadi lemas.. dan regang…
Otot –otot di kaki sampai telapak kaki
Biarkan mereka santai dan relaks….
Biarkan mereka lemas … dan … santai…
Dan sekarang…….
Otot-otot di seputar jari-jari kaki anda…
Biarkan santai ….dan….lemas….
Biarkan….lepaskan….
Dan sekarang……
Otot-otot sekitar pergelangan kaki anda….
Biarkan santai….dan….lemas…..
Biarkan……lepaskan….
Dan sekarang…..
Otot-otot di betis anda….
Biarkan santai … dan lemas…
Biarkan….lepaskan…..
Dan sekarang…
Otot-otot di paha anda….
Biarkan santai ….dan lemas….
Biarkan……lepaskan….
Dan sekarang anda dapat merasakan….
Kaki anda menjadi sangat malas…..malas sekali….
Sepertinya kaki anda sudah sangat berat sekali….
Sebagaimana anda sudah sangat santai dan rileks….
Biarkan hal itu terjadi…. Lepaskan…
Dan saat itu terjadi
Rasakan, anda menjadi sangat…sangat… santai…
Anda merasa sangat damai…..
Lepaskan pikiran-pikiran yang mengganggu diri anda…
Pikiran anda ……menjadi sangat tenang…
Dan…. anda sangat menikmatinya…..
Sangat menyenangkan…..
Dengan perasaan yang sangat santai ini….
Dan sekarang…
Suatu perasaan yang nikmat luar biasa dalam keadaan rileks….
Dan rasa santai dan rileks ini menjalar ke atas…..
Ke seluruh tubuh anda….
Dan sekarang otot-otot perut anda …..
Ikut menjadi santai dan rileks…
Biarkan….lepaskan….dia menjadi lemas….dan malas…
Dan sekarang otot-otot di dada anda…..badan anda…. dan punggung anda….
Biarkan mereka santai… dan malas…
Biarkan….lepaskan….dia menjadi lemas….dan malas…
Dan anda mulai merasakan rasa malas di seluruh tubuh anda….
Tubuh anda menjadi berat dan lemas…..
Dan yang anda rasakan sekarang adalah tubuh anda yang santai …..
Membuat anda merasa ingin lebih lelap lagi… lebih pulas lagi…..
Lebih dalam….dan lebih dalam lagi……
Biarkan tubuh anda melakukannya…..
Berat… lemas…lepaskan …..
Dan sekarang…..
Rasa santai tadi menjalar lagi ke atas…
Ke leher anda…. ke bahu anda…. dan lengan anda….
Biarkan otot leher anda menjadi santai ….
Biarkan…. Lemas…. dan lepaskan..
Sekarang….
Otot-otot bahu anda….
Biarkan otot-otot bahu anda menjadi santai…
Biarkan…lemas…..lepaskan….
Sekarang……
Otot-otot lengan anda….
Biarkan otot-otot lengan anda menjadi santai…
Biarkan…lemas…..lepaskan….
Dan sekarang anda mulai merasakan….
Rasa berat di lengan anda….
Dan lengan anda mulai merasakan….
Berat…. dan lemas….
Biarkan hal itu terjadi…. Lepaskan….
Berat…lemas…..
Sangat rileks…..
Sebagaimana anda duduk di sana….
Mulai mendalam…
Dan nyaman….
Bebas… dan damai…
Dan sangat…sangat nyaman…
Dan anda mendengar suara saya……
membuat anda bertambah santai….
Bahkan menjadi lebih dalam lagi…..
Sebagaimana kita teruskan…
Beberapa waktu lagi..
Anda akan mendengarkan saya…
Menghitung mundur dari 10 ke 1….
Dan setiap hitungan mundurnya…
Anda akan merasa lebih rileks dan lemas…
Lebih santai… setiap hitungan mundurnya…
setiap hitungan mundurnya…
membuat anda bertambah santai sedikit demi sedikit…
suatu keadaan yang nikmat dari suatu relaksasi…
lelap….pulas…
Dan menjadi lebih dalam…dan lebih dalam lagi….
Saat saya menghitung mundur….
Anda akan mengalami suatu rasa yang sangat damai….
Sensasi secara fisik…
Sebagaimana anda merasa ringan…
Ringan dan dalam….
Nyaman…. Tenang….
Sangat tenang…
Anda mulai merasa mengatuk…
Lebih dalam….
Secara fisik maupun non-fisik…
Setiap hitungan membuat anda semakin dalam…..
10…. 9….. lebih dalam…lebih dalam lagi…lebih santai lagi…
8…. 7….. 6…. Lebih dalam lagi.. lebih santai lagi dari sebelumnya…..
5…. 4….. 3…. Lebih dalam lagi.. lebih santai lagi dari sebelumnya…..
2….. 1….. dan lebih dalam … lebih santai ….
Dan relaksasi terjadi semakin-lama semakin kuat…..
Suatu keadaan yang istimewa dari diri anda….
Bawah sadar anda dapat mengetahuinya….
Dan anda sudah benar… sangat…sangat rileks….
Anda akan mendengarkan kata-kata saya….
Sekarang…
Dan kapanpun anda mendengarkan kata-kata saya…
Sekarang….
Semua ketegangan yang tidak diperlukan ….
Keluar dari tubuh anda…
Dan tubuh anda terus semakin dalam dalam dan pulas….
Lebih lemas.. lebih santai….dan juga lebih nyaman..
Kenyataannya badan anda terasa lebih nyaman..
Dan setiap kapanpun anda sadar dan menginginkan tubuh anda…
Tubuh anda mengetahuinya…
Saya ingin anda melakukannya…
Sekarang…
Membiarkan seluruh otot tubuh anda…
Untuk santai…. Sangat nyaman…
Rasa hangat mungkin terasakan….
Mulai menyebar …
Dari dada dan bahu anda….
Ke seluruh tubuh anda….
Saya ingin anda….
Sekarang….
Merasakan kenikmatan relaksasi yang menyebar ke seluruh tubuh anda…
Turun ke ujung jari tangan … dan turun ke ujung jari kaki…..
Sekarang…
Saya ingin anda menggunakan bawah sadar anda yang sangat kreatif..
Untuk membayangkan diri anda sedang berdiri di depan cermin…
Dan melihat diri anda sendiri memandang dir anda sendiri di cermin tersebut…
Anda mengenali bahwa yang di cermin itu adalah diri anda sendiri….
Tetapi sekarang sangat berbeda….
Diri anda yang dicermin tersebut terlihat lebih bahagia…lebih sehat…
Dan memiliki semangat dan jiwa yang lebih baik….
Saat anda melihat diri anda sendiri…
Bawah sadar anda mengetahui…
Ini adalah kondisi anda yang ideal….
Diri anda yang anda tahu anda dapat seperti itu….
Anda yang yang ideal…. Anda yang sempurna… anda yang sangat sehat….
Bawah sadar anda memiliki bakat…..
sebuah blue print mengenai hal yang sempurna….
Berat badan anda yang ideal…..
Rambut yang sempurna…
Gigi yang sempurna….
Anda yang ideal adalah anda yang merasa nyaman…
Anda yang bahagia…
Sehat…. Dan bahagia…
Anda dapat memilikinya tanpa bantuan orang lain…..
Dan saat anda terus melihat cermin tersebut…
Dan memandang diri anda di sana…
Dia yang di cermin mengerti apa yang anda belum mengerti…
Tetapi anda tahu bahwa anda akan tahu bahwa suatu saat…
Dalam bawah sadar,
anda mengerti bagaimana untuk menjadi sehat yang sempurna…
Anda tahu bagaimana menyesuaikan kehidupan anda…
Biarkan keputusan mengambil alih…
Untuk membuat pilihan ….
Untuk melihat diri anda sendiri… amat sangat penting…
Bawah sadar anda akan terus mendukung keinginan anda….
Memfasilitasi sugesti ini….
Dalam kehidupan anda…. kapanpun….
Semua hal yang di luar….
Mengetahui apa yang anda harapkan….
Dengan mempercayai diri anda sendiri….
Semua sangat memungkinkan….
Sambil terus anda pandang diri anda di cermin….
Saya minta anda untuk menyatu dengan diri anda di cermin itu…
Menjadi kesatuan….
Anda yang ideal… yang anda tahu anda akan seperti apa….
Bersama-sama….
Tanpa ada pertentangan satu sama lain…..
Selaras satu sama lain…..
pikiran sadar dan bawah sadar anda…..
bekerjasama untuk diri anda….
untuk mencapai tujuan dan keinginan anda…
dalam segala hal…
selalu ingat…..
anda yang mengendalikan…
kapanpun…..
selalu…..
anda yang mengendalikan hidup anda….
….
Sekarang kita akhiri sesi ini….
Dengan sepuluh hitungan…. Dari 1 ke 10
Dan pada hitungan ke sepuluh…
Anda sadar dan bangun…
Dalam keadaan lebih segar… lebih sehat…
Lebih percaya diri….
Daripada sebelumnya….
Dan anda kembali ke sini dengan sepenuhnya…
1,2,3…
4,5,6…
7,8,9…. Sadar dan bangun lebih segar dari pada sebelumnya…
Lebih sehat dari pada sebelumnya….
10…. Bangun, buka mata, sehat, segar..

Catatan:
Jangan melakukan hal ini saat mengendarai kendaraan